Main Content RSS FeedRecent Articles

Tour de Jogja (malam hari) »

Baru abis nongkrong di Jogja. Janjian ma temen kuliah dulu, sebenernya temen istri sih, tapi kenal deket juga. Namanya Adi tapi nama pangilannya Bagyo. Jadi deh dianter keliling-keliling mumpung mobil baru he he he. Pertama-tama kita makan dulu di warung Lombok Idjo deket batas kota di jalan solo. Murah, enak, spesialnya ayam goreng dengan sambal idjonya dan ayam bakar dengan sambal merah. Sssssssshhh, pedesnya… Setelah makan, perjalanan berlanjut ke Babar Sari liat kiri kanan banyak warung makan ala foodcourt yang menawarkan suasana yang lebih nyaman bersaing dengan deretan kakilima. Terus berlanjut lewat belakang UPN, kembali ke arah UGM. Nah on the way kini sudah banyak bermunculan coffee shop tempat anak muda nongkrong. Rata-rata luas dengan penerangan minim, tapi kebayang deh asiknya ngobrol ngalor ngidul berame-rame. Tapi kita terus aja, soalnya menurut temenku, gak enak terlalu remang trus bising. Jadi kita putusin untuk nyusuri selokan mataram yang legendaris itu menuju Sagan. Setelah muter-muter (berhenti sebentar untuk beli rokok) kita putusin untuk ngetem di Own Kafe persis di depan Gabah Grill and Wine. Tempatnya homy dengan fasilitas free hotspot dan sofa hitam dan di teras tersebar bangku taman. Kebetulan malam minggu, jadi lumayan rame. Denger-denger sih tempat ngetem cewek bispak high class / mahasiswi, but we didn’t come for that, so we stepped in anyway. Liat daftar menu, harganya murah, di Bali harus bayar 2 - 3 kali lebih mahal untuk hal yang sama. Aku pesen capuccino, ngobrol dan telpon istri say hello. Aku lihat sekeliling, hampir semua pengunjung sibuk dengan laptop dan blackberry, dan seragam…. pada buka facebook. Oh God, how come that everybody is so attached to it?!. Lucunya ada yang datang berdua, duduk hadap-hadapan tapi sibuk dengan laptop masing masing. Weleh-weleh…. udah beda lagi mainan anak sekarang.

Tapi itulah Jogja sekarang, tambah rame, sumpek tapi orang tetep kreatif. Suka atau gak suka, bagiku Jogja tetep ngangeni…..

Teori Kera Air (Aquatic Apes Theory) »

Mulai post terakhir kemarin aku putusin pake Bahasa Indonesia. Pikirku ngaruh sih ke situs pencarian, karena toch isi dari blog ini dalam Bahasa Indonesia.

Anyway, aku baca satu teori yang cukup berbeda namun cukup meyakinkan tentang kemungkinan (kehidupan) nenek moyang manusia yang sama sekali berbeda dari apa yang dipaparkan para ilmuwan dan diyakini orang selama ini. Masih berbau kera juga, namun alih-alih mengamini bahwa nenek moyang manusia kemungkinan berasal dari kera yang hidup di savana, mereka malah percaya bahwa manusia sebelum pindah ke savana, malah lebih dahulu berevolusi di daratan yang dekat air. Teori ini mempunyai bermula kembali ke jaman Yunani kuno (abad ke 6) bahwa manusia sejatinya berasal dari spesies air yang mengalami evolusi karena mutasi elemental dan bukannya seleksi alam. Teori ini bersambut dalam sebuah penjelasan tentang evolusi tahun 1942 oleh ilmuwan Jerman Max Westenhofer, kemudian didiskusikan oleh seorang etholog Desmond Morris tahun 1960 dalam bukunya “The Naked Ape”, namun dibuat populer oleh Elaine Morgan, seorang penulis naskah di televisi selama 30 tahun sesudahnya.

Teori ini sangat kontroversial (dan kemudian diabaikan?) di dunia paleoantropologi. Menurut teori ini, karakteristik manusia lebih mendekati evolusi  spesies air ketimbang kera. Tentu saja teori ini didukung oleh segambreng bukti-bukti untuk meyakinkan secara ilmiah. Beberapa bukti-bukti tersebut antara lain:

Manusia adalah satu-satunya mamalia darat yang memiliki lemak dibawah kulitnya seperti halnya ikan dan burung. Manusia adalah satu-satunya mamalia yang berkeringat mengeluarkan garam, dan satu-satunya mamalia yang tidak berbulu. Jika merunut teori seleksi alam, kehilangan bulu akan membuat manusia kedinginan dan akan lebih mudah punah, namun tidak jika manusia hidup di air dan memiliki lemak, karena seperti halnya dugong atau ikan paus, memiliki rambut adalah disadvantage. Demikian juga bahwa adanya fakta bahwa primata berkeringat tidak seberlebih manusia dan melalui kelenjar yang berbeda. Jadi teori bahwa manusia berkeringat untuk mendinginkan tubuh agak meragukan, namun lebih cocok jika dahulu manusia makanannya lebih banyak didominasi makanan laut, pasti keringat itu berfungsi untuk mengelurakan garam tubuh yang beelebih itu. Saat menangispun kita mengeluarkan garam . Gajah dan walrus menangis, namun tidak primata selain manusia. Ditambah juga, diet kera air yang didominasi ikan dan kerang akan memicu evolusi otak  mereka. Kamu tak butuh otak yang besar untuk mengumpulkan kerang, tapi bisa memberi energi dan gizi berlebih yang mengarah kepada pertumbuhan otak, begitu menurut satu jurnal ilmiah universitas Toronto Agustus 1999. Soal intelegensi, hewan seperti gajah, babi, lumba-lumba lebih pintar dari chimpanzee kok. Jadi?

Tunggu-tunggu, tapi ini bukan sekedar masalah intelegensia. Bukti lain yang diajukan adalah kemampuan berenang dan menyelam manusia sepertinya halnya gajah yang bisa berenang bermil-mil dan menggunakan belalainya untuk bernafas. Organ pernapasan (hidung) yang juga menjadi pembeda kemampuan berbicara manusia. Kera memang bisa mengerti bahasa verbal dan melakukan instruksi sederhana namun tidak berbicara. Kemudian fakta bahwa organ penciuman manusia juga tidak setajam hewan mamalia lainnya, juga sampai kepada bukti pada posisi sex misionaris manusia yang mirip ikan paus, lumba-lumba hingga berang-berang ketimbang kera yang pake posisi doggy he he…

Tapi yang cukup menarik, dibandingkan juga bahwa manusia yang berjalan dengan 2 kaki tidak mungkin berasal dari kera yang berjalan dengan empat kaki. Kalaupun ada, evolusi kera  hanya akan menghasilkan kera yang mampu berjalan lebih cepat atau melompat lebih tinggi.  Satu-satunya kera yang berjalan dengan 2 kaki adalah kera proboscis (bekantan) Kalimantan yang hidup di rawa, mampu berenang. Saat mereka berada di air dan kaki mereka mampu menyentuh dasar, dengan gravitasi yang berkurang, mereka mampu berjalan dengan dua kaki. Bisa jadi bekantan adalah satu-satunya bukti hidup tentang teori kera air yang kemudian berevolusi jadi manusia.  Tapi kalau begitu, nenek moyang manusia tetap kera juga dong he he he. Ujung-ujungnya sama aja.

Tapi kecenderungan manusia untuk berlibur ke pantai dan berenang termasuk bukti juga gak ya?

Kembali Bekerja »

Setelah selama sekitar 1 bulan di Bali, aku mulai bekerja lagi (bukannya tanpa pekerjaan). Tapi beda lah dengan kerja di “jalan”. Yang aku maksud kerja di jalan itu ya kalo aku kerja selama 2 minggu di Jawa untuk memandu wisatawan start jakarta hingga berakhir di Bali.

Di Bali selalu ada pekerjaan, mulai dari anter tamu ke hotel atau dari hotel ke airport, tur harian atau sekedar menjemput mereka untuk pertemuan dengan perwakilan biro perjalanan mereka. Yah, tapi suasananya beda.

Anyway, here I am. Kembali bekerja, kembali ke Jakarta yang bising, sumpek dan tercemar. Tiba jam 5 sore kemarin, aku langsung naik bus damri jurusan pasar minggu. Adikku, Gandhi yang kebetulan ada proyek kerja di salah satu BUMN, yang sementara tinggal di Jakarta berjanji mau menjemputku di sana sebelum kami menuju mess-nya.  Tanpa mengalami kesulitan, kami bertemu dan kemudian memacu motor nya  diantara  kendaraan yang lain.  Terhimpit diantara metromini, bus, motor dan mobil, membuat hati juga terasa terhimpit.

Tadi pagi, setelah menjemput tamu, kami putuskan untuk terlebih dahulu mengunjungi museum fatahillah sebelum makan siang dan check ini. Besok hari senin, museum pada tutup, jadi kudu diambil hari ini. Belum-belum, tamu sudah disuguhi pemandangan kontras ala jakarta, lalu lintas padat (tapi syukurnya Minggu, jadi gak macet) dan gedung pusat perbelanjaan mewah bersanding dengan deretan pengemis yang duduk santai di tengah jalan menengadahkan tangan. Yah, terpaksa keluar omongan diplomatis mencoba menjelaskan ke tamu betapa tingginya jurang perbedaan antara kaya dan miskin di Indonesia.

Tapi itulah resiko perkerjaan. syukurnya, aku belum pernah mengeluh dan selalu masih menikmati pekerjaan ini. Udah jalan - jalan!, di bayar lagi he he. Ntar kalo sempet aku update lagi kalo di Bandung atau di Wonosobo. Ada beberapa post yang udah aku siapin untuk di masukin ke blog ini.  C U …

Aaaarrrrggghhhh! »

Gila, kesel banget sama yang namanya Smart. Hampir lebih sebulanan gak bisa ngakses friendster dan localyte. Apalagi blog ini. Yang bisa diakses cuma yahoo mail dan situs2 yang servernya ada di Indonesia seperti kompas atau detik. Kalo seperti itu ya masalahnya di kecepatan koneksi. Yah, namanya juga internet gratisan. Yang make tambah banyak ya, bandwidth jadi kebagi. Ini baru bisa ngupdate blog lewat komputer di kantor.  Tapi aku tanggal 17 jalan lagi tour ke Jawa, jadi on the way pasti bakalan sering mampir ke warnet buat input blog. So, see you soon. I’m back…..

Ganja itu baik, ya! »


Cannabis, atau yang lebih dikenal dengan ganja atau marijuana mungkin adalah tanaman narkoba yang paling populer di dunia. Siapa yang tidak mengenal Bob Marley dan musik reggae yang lekat dengan citra lintingan daun ganja tersebut. DI Indonesia, Aceh disebut sebagai daerah penghasil ganja terbaik di Indonesia. Sebenarnya, ganja Aceh itu adalah termasuk dalam spesies Cannabis Indica yang lebih mumpuni khasiatnya ketimbang saudaranya Cannabis Sativa. Pantes! Tapi ada banyak spesies baru hasil kembangan seperti Purple Haze, Acapulco Gold, White Widow, Kush, Panama Red, BC Bud, Chocolate Thai dan G-13 yang jauh lebih kuat khasiatnya ketimbang tanaman ganja liar sekalipun.

Dalam sejarah peradaban umat manusia, sejak berabad-abad lampau pula orang telah mengenal tanaman ini. Di peradaban Jerman kuno, ganja diidentikkan dengan Dewi Cinta, Freya yang berhubungan dengan festival erotis. Beliau digambarkan sebagai kekuatan kesuburan yang akan memberi kekuatan gaib bagi orang yang menyantap bunganya. Bukti Orang-orang Celtic telah menggunakan tanaman ini sebagai hasis ditemukan di Hallstatt, tempat lahirnya peradaban Celtic. Beberapa peneliti berpendapat bahan ganja juga adalah minyak annointing yang disebut-sebut dalam berbagai teks suci yahudi. Juga dalam referensi injili, disebut-sebut digunakan oleh Yesus sendiri untuk obat. Demikian juga kaum suci India, Pendeta sufi persia, kaum sikh india dan Rastafarian di Jamaica yang menggunakan ganja dalam berbagai bentuk (minuman, obat, rokok untuk meditasi dan pengobatand ll). Beberapa pergerakan modern seperti Gereja KOptik Zion Ethiopia dan Gereja Cognizance menganggap ganja sebagai Ekaristi suci dan pohon kehidupan! Weleh weleh.

Namun dalam ranah industri, ganja lebih dikenal sebagai hemp. Dan Hemp adalah tanaman yang luar biasa berguna. Serat batangnya bisa digunakan sebagai bahan untuk baju dan kertas. Ganja juga bisa digunakan sebagai bahan baku alternatif minyak, minyak wangi, plastik, suplemen nutrisi tubuh, produk perawatan tubuh, makanan ternak dan juga manusia. Penggunaannya sebagai obat yang harus menggunakan resep dokter juga tersedia di pasaran.Bahakan Amerika Serikat pernah menjadi penghasil hemp terbesar sebelum akhirnya dilarang.

Jadi manusia tak perlu lagi menebang pohon dalam skala besar untuk membuat kertas? Satu lagi solusi dalam mengurangi pemanasan global dong! Lagian efek gak segarang narkoba lainnya seperti nikotin, alkohol apalagi shabu-shabu. Eits, tenang, bukannya saya bermaksud mengatakan bahwa kita harus menghisap ganja, tapi menyadarkan bahwa oranglah yang bertanggung jawab terhadap apa yang ia lakukan denganganja tersebut, bukan ganjanya yang dilarang. Ingat pepatah, “guns don’t kill people, people do!” Sedikit info, Carlos Santana, gitaris ternama yang terkenal dengan hits baru baru ini berkomentar dan berharap bahwa Obama akan merevisi undang-undang tentang larangan ganja. Ganja itu baik, ya!

Pesan Dari Tetua Hopi »

Pesan Dari Tetua Hopi

Menarik untuk menyimak pesan yang menyangkut masa depan dunia terutam apa yang akan terjadi di tahun 2012. Orang-orang mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya akan terjadi. Namun pesan dari para Tetua Hopi, sebuah suku Indian di Arizona Amerika Serikat meyiratkan adanya suatu perubahan besar dan orang memang harus memberanikan diri (baca: sudah saatnya) untuk mengikuti atau tertinggal di belakang.

Dengan indahnya, mereka mengumpamakan perubahan tersbeut dengan sebuah arus sungai yang kencang. Orang-orang yang takut akan kencangnya arus sungai tersebut berusaha bertahan di tepian. Namun yang harus dilakukan umat manusia seharusnya adalah menghilangkanketakutan mereka, memberanikan diri dengan mengikuti arus, mengapung di tengah sungai, membuka mata dan mengupayakan agar kepala berada tetap di atas air, karena sejatinya sungai ini pasti akan membawa kita umat manusia ke suatu tujuan.

Berikut adalah pesan mereka dalam bahasa Inggris yang saya ambildari situs http://psychedelicadventure.blogspot.com

You have been telling the people that this is the Eleventh Hour.
Now you must go back and tell the people that this is The Hour.

Here are the things that must be considered:

Where are you living?
What are you doing?
What are your relationships?
Are you in right relation?
Where is your water?
Know our garden.
It is time to speak your Truth.
Create your community.
Be good to each other.
And do not look outside yourself for the leader.

This could be a good time!

There is a river flowing now very fast.
It is so great and swift that there are those who will be afraid.
They will try to hold on to the shore.
They will feel like they are being torn apart, and they will suffer greatly.

Know the river has its destination.

The elders say we must let go of the shore, push off toward the middle of
the river, keep our eyes open, and our heads above the water.

See who is there with you and celebrate.

At this time in history, we are to take nothing personally, least of all
ourselves ! For the moment we do, our spiritual growth and journey comes to a halt.

The time of the lonely wolf is over.
Gather yourselves!

Banish the word struggle from your attitude and vocabulary.

All that we do now must be done in a sacred manner and in celebration.

We are the ones we have been waiting for !

The Elders
Oraibi, Arizona
Hopi Nation

Whole New Look! »

Akhirnya ketemu juga tampilan blog yang aku inginkan: Bersih, rapi, komplit tapi juga irit tulisan di front page dan gampang untuk diakses. Mudah-mudahan kalian suka. Moga-moga menambah traffic. Aku masih mau tambah page buat format tukeran link, katanya mujarab buat ningkatin blog traffic.

Kambing Jantan: from blog to movie »

Penasaran adalah kata yang paling tepat menggambarkan perasaan saat aku memutuskan untuk menonton film “Kambing Jantan” besutan Rudi Soedjarwo. Pertama:
1. aku waktu itu ada waktu luang selesai tur kota Yogyakarta bareng tamu sambil menunggu jemputan Ketut, temen kuliah dulu (anak antro 94). Aku janji nginep di rumahnya. Dia baru bisa jemput jam 18.30, dan ini baru jam 15.30. Jadi masih ada waktu 3 jam, so aku minta dijemput di depan bioskop aja.
2. Theater tempat aku nonton tergolong masih baru, tapi juga dari dulu juga ya memang bioskop. Kalian yang dulu kuliah di Jogja tahun 94 tahu dong Empire 21 yang letaknya sebelahan sama Regent 21 di Jalan Solo. Nah, setelah kebakaran dulu sempet dibiarin terbengkalai sampai akhirnya dibangun lagi jadi bioskop juga. Namaya masih Empire tapi ada embel embel XXI, jadi bukan 21 lagi. Ada bedanya nggak? Anyway, maksudnya ya aku sekalian nostalgia. Jadi inget masa kuliah dulu, sering banget bareng temen se kos nonton midnight sambil jalan kaki dari arah bulak sumur, sebelumnya jalan kali dulu dari Klebengan. He he pulang pulang kaki jadi pegel-pegel.
3. Anak temen kuliahku (Iksan) namanya juga Dika. Lah apa coba hubungannya?.
4. Alasan terakhir ini paling kuat, aku penasaran banget kenapa orang tergila-gila dengan Raditya Dika dengan blognya yang udah dijadiin beberapa buku seperti Kambing Jantan: catatan harian seorang pelajar bodoh dan juga seri-seri lainnya seperti Cinta Brontosaurus. Waktu nonton filmnya, aku belum baca bukunya jadi masih blank soal si Radith atau dia yang menamakan dirinya Kambing. Jadi rencananya habis nonton filmnya, kalau bagus aku baru baca bukunya dan buat sedikit perbandingan lah.

Aku belum baca karena nggak tertarik sama sekali. Menurutku leluconnya terlalu berlebihan konyolnya, atau mungkin aku yang terlalu tua untuk mentertawakan lelucon seperti itu. Lho kok belum baca udah berprasangka. Sebenernya aku dah “baca” sih secara skimming waktu nganter bini ke penyewaan buku. Jadi setiap kali nganter baca 20 halaman, besoknya 20 halaman lagi, sampai si mas yang jaga penyewaan kali mikir, besok-besok disediain kursi, jadi baca di tempat juga bayar he he, daripada gak kesewa sama sekali he he. Tapi begitu sampai Bali aku langsung sewa dan baca kok. Jadi impas ya mas. Aku dah baca Kambing Jantan dan juga Cinta Brontosaurus.

So, setelah membaca film dan menonton bukunya (Tukul banget nih), berikut adalah review ku:

Kalau versi film, lebih merupakan rangkuman kehidupan Raditya mulai dari memutuskan pindah ke Adelaide untuk kuliah hingga kembalinya ia ke Jakarta karena gagal kuliah. Jadi kalau mau nyambung, ya kudu baca semua buku atau mengunjungi situs kambing jantan Raditya. Karena kalau cuma membaca buku Kambing Jantan, kamu akan hanya mendapatkn sebagian catatan kehidupan Raditya yang difilmkan. Kisah Cinta Dika (nick name: Kambing) dan Si Kebo (panggilan sayang buat pacarnya) malah dalam buku pertama cuma 1-2 kali diceritakan, sedang di film malah benar-benar menjadi kekuatan cerita sepanjang film. Tanpa itu, film ini tak lebih sekedar catatan harian yang membosankan. Catat, kisah cinta Kambing dan Kebo lah yang berhasil membuat film ini hidup karena menggambarkan dilema LDR (long distance relationship, yang awalnya salah dimengerti Si Kambing sebagai long dick reduction; tuh, apa bener ada orang sebodoh ini?!) mulai dari perpisahan hingga diambilnya keputusan untuk putus karena adanya perbedaan pandangan. Benar-benar contoh nyata masalah anak muda.

Aku jadi inget film AADC yang diakhir cerita, Rangga berpisah dengan Cinta, sementara di film Kambing Jantan ini, adegan diawali (setelah kira-kira 15 menit film berjalan) dengan perpisahan Kabing dan Kebo di bandara. Dengan sutradara yang sama (Rudi Soedjarwo), apa jangan-jangan film ini versi konyol sequel AADC? Gimana Mas Rudi tanggapannya he he…

Tapi thanks buat sang sutradara,sang genius dibalik pembuatan film ini. Dia mampu membuat bahasa verbal buku Raditya menjadi bahasa visual yang cukup menarik. Gerundelan dan celetukan humor dalam hati Raditya yang pastinya garing banget untuk difilmkan berhasil digambarkan dengan menarik. Terus, pola diary blog Raditya juga dirubah menjadi alur film yang lengkap dengan klimaksnya jadi gak monoton. Beberapa kejadian dan tokoh juga dirubah mungkin untuk mendramatisir cerita dan juga agar cerita tidak terlalu meluas. Di buku ada beberapa tokoh yang menjadi teman si kambing selama kuliah di Ostrali, sementara di film hanya ada Harianto, pelajar Indonesia asal Kediri yang digambarkan sama begonya. Jadi kalau belum baca bukunya, di film terkesan nih anak apa bener-bener kuper ya, kok selama kuliah di luar negeri temennya cuman satu. Padahal kalau baca bukunya dan juga liat track record si kambing yang pernah magang di Metro TV, ngajar bahasa inggris dan bimbel di Teknos, siaran di heartbeatstation (ini ada yang tahu tempat apa, sorry aku gak tahu), punya band jadi dia pastinya gak kuper-kuper amat.

Yang pasti si kambing ini juga bukan anak orang gak punya. Di buku kita bisa baca kalau pembantunya 2, punya mobil, adiknya banyak dan juga pernah liburan ke Singapura. Jadi gak ada masalah duit. Sementara di film digambarkan dia datang dari keluarga kelas menengah dengan tingkat ekonomi yang gak bagus-bagus amat sehingga tidak menghambur-hamburkan uang, setting rumah juga gak terlalu besar. Yah bisa jadi ini adalah penggambaran sang sutradara tentang karakter Si Kambing yang tidak disetting menjadi si Boy yang dulu diperankan Ongky Alexander. Yah namanya juga Catatan si Dika bukan catatan si Boy he he.

Tapi yang pasti ini di film ini, si kambing adalah citra remaja masa kini yang diluar image kebanyakan yang harus ganteng, gaul, kaya dan borju,jagoan tapi tetep sopan dan salat lima waktu. Si kambing malah oleh Rudi Soedjarwo digambarkan seorang remaja biasa yang tak sempurna yang karena keinginan ortunya harus kuliah di luar negeri, mengalami suka duka, namun kemudian menyadari bahwa ini bukanlah jalannya. Dan semua suka dukanya yang ia tuangkan dalam blognya sejak SMA malah membuat ia menemukan dunianya dan bahkan menjadi sumber pendapatannya melalu royalti penjualan buku dan tentunya sekarang film ini.

Kesimpulan: mending nonton filmnya, memang 15 menit pertama rada membosankan tapi setelahnya lumayan. Tapi kalau ada sekuelnya, pasti aku lewatin (loh?!). Untuk bukunya, buku pertama dan kedua udah cukup

Sabdo Palon Prophecy (3rd out of 3 related articles) »

Berikut ini adalah paparan tentang Ramalan Sabdo Palon yang tertulis dalam Babad Tanah Jawa. Ini saya copy dari situs prakoso.blog.com Jadi bukan opini saya walau saya sendiri pernah membaca buku tentang babad tanah jawa dan sabdo palon naya genggong.

1. Ingatlah kepada kisah lama yang ditulis di dalam buku babad
tentang negara Mojopahit. Waktu itu Sang Prabu Brawijaya mengadakan
pertemuan dengan Sunan Kalijaga didampingi oleh Punakawannya yang
bernama Sabda Palon Naya Genggong.

2. Prabu Brawijaya berkata lemah lembut kepada punakawannya: “Sabda-
Palon sekarang saya sudah menjadi Islam. Bagaimanakah kamu? Lebih
baik ikut Islam sekali, sebuah agama suci dan baik.”

3. Sabda Palon menjawab kasar: “Hamba tak mau masuk Islam Sang
Prabu, sebab saya ini raja serta pembesar Dang Hyang se tanah Jawa.
Saya ini yang membantu anak cucu serta para raja di tanah jawa.
Sudah digaris kita harus berpisah.

4. Berpisah dengan Sang Prabu kembali ke asal mula saya. Namun Sang
Prabu kami mohon dicatat. Kelak setelah 500 tahun saya akan
mengganti agama Budha (maksudnya Kawruh Budi) lagi, saya sebar
seluruh tanah Jawa.

5. Bila ada yang tidak mau memakai, akan saya hancurkan. Menjadi
makanan jin setan dan lain-lainnya. Belum legalah hati saya bila
belum saya hancur leburkan. Saya akan membuat tanda akan datangnya
kata-kata saya ini. Bila kelak Gunung Merapi meletus dan memuntahkan
laharnya.

6. Lahar tersebut mengalir ke barat daya. Baunya tidak sedap. Itulah
pertanda kalau saya datang. Sudah mulai menyebarkan agama Buda
(Kawruh Budi). Kelak Merapi akan bergelegar. Itu sudah menjadi
takdir Hyang Widi bahwa segalanya harus bergantian. Tidak dapat bila
diubah lagi.

7. Kelak waktunya paling sengsara di tanah Jawa ini pada tahun:
Lawon Sapta Ngesthi Aji. Umpama seorang menyeberang sungai sudah
datang di tengah-tengah. Tiba-tiba sungainya banjir besar, dalamnya
menghanyutkan manusia sehingga banyak yang meninggal dunia.

8. Bahaya yang mendatangi tersebar seluruh tanah Jawa. Itu sudah
kehendak Tuhan tidak mungkin disingkiri lagi. Sebab dunia ini ada
ditangan-Nya. Hal tersebut sebagai bukti bahwa sebenarnya dunia ini
ada yang membuatnya.

9. Bermacam-macam bahaya yang membuat tanah Jawa rusak. Orang yang
bekerja hasilnya tidak mencukupi. Para priyayi banyak yang susah
hatinya. Saudagar selalu menderita rugi. Orang bekerja hasilnya
tidak seberapa. Orang tanipun demikian juga. Penghasilannya banyak
yang hilang di hutan.

10. Bumi sudah berkurang hasilnya. Banyak hama yang menyerang.
Kayupun banyak yang hilang dicuri. Timbullah kerusakan hebat sebab
orang berebutan. Benar-benar rusak moral manusia. Bila hujan gerimis
banyak maling tapi siang hari banyak begal.

11. Manusia bingung dengan sendirinya sebab rebutan mencari makan.
Mereka tidak mengingat aturan negara sebab tidak tahan menahan
keroncongannya perut. Hal tersebut berjalan disusul datangnya
musibah pagebluk yang luar biasa. Penyakit tersebar merata di tanah
Jawa. Bagaikan pagi sakit sorenya telah meninggal dunia.

12. Bahaya penyakit luar biasa. Di sana-sini banyak orang mati.
Hujan tidak tepat waktunya. Angin besar menerjang sehingga pohon-
pohon roboh semuanya. Sungai meluap banjir sehingga bila dilihat
persis lautan pasang.

13. Seperti lautan meluap airnya naik ke daratan. Merusakkan kanan
kiri. Kayu-kayu banyak yang hanyut. Yang hidup di pinggir sungai
terbawa sampai ke laut. Batu-batu besarpun terhanyut dengan gemuruh
suaranya.

14. Gunung-gunung besar bergelegar menakutkan. Lahar meluap ke kanan
serta ke kiri sehingga menghancurkan desa dan hutan. Manusia banyak
yang meninggal sedangkan kerbau dan sapi habis sama sekali. Hancur
lebur tidak ada yang tertinggal sedikitpun.

15. Gempa bumi tujuh kali sehari, sehingga membuat susahnya manusia.
Tanahpun menganga. Muncullah brekasakan yang menyeret manusia ke
dalam tanah. Manusia-manusia mengaduh di sana-sini, banyak yang
sakit. Penyakitpun rupa-rupa. Banyak yang tidak dapat sembuh.
Kebanyakan mereka meninggal dunia.

16. Demikianlah kata-kata Sabda Palon yang segera menghilang
sebentar tidak tampak lagi dirinya. Kembali ke alamnya. Prabu
Brawijaya tertegun sejenak. Sama sekali tidak dapat berbicara.
Hatinya kecewa sekali dan merasa salah. Namun bagaimana lagi, segala
itu sudah menjadi kodrat yang tidak mungkin diubahnya lagi.

Keterangan :
Tanggal 13 Mei 2006 lalu bertepatan dengan hari Waisyak (Budha) dan
hari Kuningan (Hindu), Gunung Merapi telah mengeluarkan laharnya ke
arah Barat Daya (serta merta pada waktu itu ditetapkan status Merapi
dari “Siaga” menjadi “Awas”). Dari uraian Ramalan Sabdo Palon di
atas, maka dengan keluarnya lahar Merapi ke arah Barat Daya
menandakan bahwa Sabdo Palon sudah datang kembali. 500 tahun setelah
berakhirnya Majapahit (Th 1500 an) adalah sekarang ini di tahun 2000
an.

4. Sampai dengan redanya, letusan Merapi hanya memakan korban 2
orang meninggal. Sebelum letusan itu Sri Sultan Hamengkubuwono X
menyatakan bahwa Merapi akan meletus dalam waktu 10 hari, ternyata
tidak terbukti. Karena ucapan yang mendahului kehendak Allah
(ndisiki kerso) yang tidak sepatutnya dilontarkan secara vulgar oleh
seorang “raja”, maka Jogja pun digoyang gempa (disusul Pangandaran)
yang banyak memakan korban jiwa dan harta benda. Bahkan kita semua
tidak tersadar bahwa Merapi sebenarnya tetap meletus, namun
berpindah tempat di Sidoarjo dengan semburan lumpur panasnya yang
beracun. Semburan lumpur panas ini merupakan peristiwa yang sangat
luar biasa yang dampaknya akan banyak menyedot dana dan memakan
korban jiwa. Secara penglihatan spiritual, teknologi apapun dan
kesaktian paranormal/ulama se-nusantarapun tidak akan mampu
menghentikan semburan lumpur ini. Bahkan peristiwa ini akan
berpotensi memicu terjadinya chaos (goro-goro) yang pada gilirannya
akan dapat menjatuhkan pemerintah. Sementara bencana-bencana ini
akan terus berlanjut. Hanya seorang Waliyullah (kekasih Allah) saja
yang dapat meredakan semuanya. Namun sayang, orang seperti ini
selalu saja sangat tersembunyi.

5. Semua peristiwa alam yang terjadi adalah merupakan peristiwa
gaib, karena semua terjadi karena kehendak Yang Maha Gaib, Allah Aza
wa Jalla. Sehingga tidak dapat dilawan dengan kesombongan akal
pikiran. Solusi atau jawaban tentang apa yang terjadi pada bangsa
ini sebenarnya telah ada di dalam misteri bait-bait Ramalan
Joyoboyo, R.Ng. Ronggowarsito maupun Sabdo Palon. Kebenaran selalu
saja tersembunyi. Kata sandi dari jawaban misteri ini adalah :
JOGLOSEMAR. Joglo telah runtuh, yang ada tinggal Semar. Inilah
hakekat kondisi negara saat ini.
Sebagai panduan perlu saya garis bawahi kata kunci yang ada di dalam
bait-bait karya leluhur kita, yaitu :

1. Di dalam ramalan R.Ng. Ronggowarsito menyiratkan bahwa Satria VI
(Satriyo Boyong Pambukaning Gapura) harus menemukan dan bersinergi
dengan seorang spiritualis sejati satria piningit (tersembunyi) agar
kepemimpinannya selamat.

2. Dalam bait 22 ramalan Joyoboyo dikatakan “Di Semarang Tembayat
itulah yang mengerti dan memahami lambang tersebut.”

3. Dari ucapan Sabdo Palon dalam ramalan Sabdo Palon tersirat bahwa
dengan fenomena alam yang digambarkan (seperti yang terjadi saat
ini) menandakan bahwa Sabdo Palon beserta momongan (asuhan) nya
telah datang untuk mem-Budi Pekertikan bangsa ini (secara rinci
terdapat di dalam Serat Darmogandul). Sabdo Palon secara hakekat
adalah Semar.
4. JOGLOSEMAR = Jogja - Solo - Semarang. Dari peristiwa gempa Jogja
telah membuktikan bahwa kerajaan Mataram Jogja & Solo sudah tidak
memiliki aura lagi. Hal ini terbukti dengan hancurnya Bangsal Traju
Mas (tempat penyimpanan pusaka kerajaan) dan Tamansari (tempat
pertemuan raja dengan Kanjeng Ratu Kidul). Hal lain adalah robohnya
gapura makam HB IX (Jogja) dan PB XII (Solo) di kompleks makam raja-
raja Imogiri, sebagai perlambang bahwa Keraton Jogja - Solo sudah
tidak memiliki aura dan kharisma. Sehingga yang tersisa
tinggallah “Semarang” (Mataram Kendal).

6. Sebagai masukan kepada Yang Mulia Presiden SBY guna mengatasi
carut marut yang terjadi pada bangsa ini, saya menyarankan :
“Kumpulkan ahli-ahli Thoriqoh negeri ini yaitu mursyid/syeh-syeh
yang telah mencapai maqom “Mukasyafah”, Pedanda-pedanda sakti agama
Hindu, Bhiksu-bhiksu agama Budha yang telah sempurna, serta
kasepuhan waskito dari Keraton Jogja & Solo, untuk bersama-sama
memohon petunjuk kepada Allah SWT mencari siapa sosok orang yang
mampu mengatasi keadaan ini dan mencari jawab dari misteri ramalan
para leluhur di atas. Gunakan 4 point panduan saya untuk memandu
mereka. Insya Allah, jika Allah Aza wa Jalla memberikan ijin dan
ridho-Nya akan diketemukan jawabannya.

Note: yang bisa disimpulkan mungkin bahwa Indonesia butuh kerjasama semua pihak diluar batasan agama, keyakinan untuk bisa maju. Dan tentu saja pemimpin yang kuat, berwibawa dan mampu memahami rakyatnya.

Jayabaya’s prophecy (2nd out of 3 related articles) »

Ini adalah cuplikan ayat dari Kitab yang dikatakan diramalkan oleh Jayabaya, seorang raja Kediri.

(1) Lung Gadung Rara Nglikasi : Raja yang penuh inisiatif dalam segala
hal, namun memiliki kelemahan suka wanita (Soekarno).

(2) Gajah MetaSemune Tengu Lelaki : Raja yang disegani/ditakuti, namun nista
(Soeharto).

Disebut juga tentang jaman reformasi yang disebut jaman Kutila, dan era otonomi yang disebut sebagai saat bupati berdiri sendiri-sendiri, juga tentang bencana-bencanayang tak dapat ditolak.

(3)Rajanya Kara Murka. Lambangnya Panji loro semune Pajang Mataram.
- Raja Kara Murka : Raja-raja yang saling balas dendam.
- Panji Loro semune Pajang Mataram : Dua kekuatan dalam satu kubu
yang saling ingin menjatuhkan (Gus Dur - Megawati ).

(4) Kemudian diganti dengan lambang Rara ngangsu, randa loro nututi pijer tetukar.
- Rara Ngangsu, Randa Loro Nututi Pijer Atetukar : Ratu yang selalu
diikuti/diintai dua saudara wanita tua untuk menggantikannya
(Megawati).

(6) Tan Kober Apepaes Tan Tinolih Sinjang Kemben : Raja yang tidak
sempat mengatur negara sebab adanya masalah-masalah yang merepotkan
(SBY/Kalla).

Disebutkan juga dalam kitab tersebut tentang pajak rakyat banyak sekali macamnya. Semakin naik. Panen tidak membuat kenyang. Hasilnya berkurang. Orang jahat makin menjadi-jadi, orang besar hatinya jail. Makin hari makin bertambah kesengsaraan negara. Hukum dan pengadilan negara tidak berguna. Perintah berganti-ganti. Keadilan tidak ada. Yang benar dianggap salah. Yang jahat dianggap benar. Setan menyamar sebagai wahyu. Banyak orang melupakan
Tuhan dan orang tua. Wanita hilang kehormatannya. Mulai perang tidak berakhir. Kemudian ada tanda negara pecah. Banyak hal-hal yang luar biasa. Hujan salah waktu. Banyak gempa dan gerhana. Nyawa tidak berharga. Tanah Jawa berantakan. Kemudian raja Kara Murka Kutila musnah.

(7)Kemudian kelak akan datang Tunjung Putih semune Pudak kasungsang. Lahir di bumi Mekah. Menjadi raja di dunia, bergelar Raja Amisan, redalah kesengsaraan di bumi, nakhoda ikut ke dalam persidangan.
Keterangan :
- Tunjung Putih semune Pudak Kesungsang : Raja berhati putih namun
masih tersembunyi (Satria Piningit).
- Lahir di bumi Mekah : Orang Islam yang sangat bertauhid.
Disebutkan juga bahwa beliau adalah raja keturunan waliyullah. Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa. Letaknya dekat dengan gunung Perahu, sebelah barat tempuran. Dicintai pasukannya. Memang raja yang terkenal sedunia.
Keterangan :
- Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa : Orang Islam yang sangat
menghormati leluhurnya dan menyatu dengan ajaran tradisi Jawa.

Waktu itulah ada keadilan. Waktu itu pemerintahan raja baik sekali. Orangnya tampan senyumnya manis sekali.

Note: Nah membingungkan gak? Di sini kandidat yang memenuhi ramalan tersebut bisa jadi Sultan HB X, karena beliau adalah raja Jawa sekaligus lambang perwakilan Islam di tanah Jawa. Tapi Probowo masih masuk juga kok walau sedikit dipaksain. Kalau gak salah dia pernah ke Yordania dan berbisnis di sana setelah kejatuhan Soeharto karena kedekatannya dengan keluarga raja Yordania.